Sekolah, Bermain atau Belajar?
Salam sejahtera bagi pembaca artikel saya ini. Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit dan mungkin banyak (kalo saya mampu :D) membahas bertemakan: "Sekolah", bermain atau belajar?.
Kalau kita lihat dari susunan kalimat tema, kata pertama adalah sekolah, kedua adalah bermain, dan ketiga adalah belajar. Mengapa kata "bermain" yang saya dahulukan? Hmm perlu pemikiran sebenarnya (ahahaha lebay deh bo'). Bermain, ya bermain. Mengapa bermain? Dalam pengalaman saya selama sekolah dari TK (tidak lulus karena keluar), SD, SMP, dan sekarang SMA, jika saya perhatikan siswa/i bersekolah lebih cenderung untuk bermain-main dibanding dengan belajar dengan keras untuk kecerahan masa depan (cieeeh bahasanya, haha). Mulai SMA saya mulai sadar, yaa walaupun kenaikan standar sadar masih minim, tapi setidaknya ada kemauan dan niat untuk merubah kebiasaan lama. Hampir setiap hari saya perhatikan dan memikirkan keadaan lingkungan di sekitar, dari tempat saya belajar di sekolah, kursi dan meja yang senantiasa menopang berat tubuh yang didominasi oleh rasa malas, hehe. Lalu saya perhatikan pula teman-teman dari teman yang akrab sampai teman yang jauh nan disana, sering terlihat mereka begitu asyik bermain-main di sekolah, sampai terselip dalam pikiranku, "sepertinya menarik dan asyik menjadi seperti mereka, bisa bermain, tertawa, canda gurau, fasilitas tercukupi dari ujung kaki sampai ujung rambut, transportasi, alat komunikasi, dan alat pembayaran". Bukannya iri sih, cuma pengen aja, hehee.
"Buat apa sih sekolah?"
tanya aja ama dirimu itu.
"trus kalo lulus sekolah ngapain?"
terserah, ente sendiri yang nentuin.
"lah masa lulus cuma dapet ijazah doang?"
ko tanya ke ane? kan yang selama ini sekolah ente.
"trus gmana dong kalo mau sukses?"
belajar giat, kerja keras, pantang menyerah, dll ente juga tau sendiri lah.
"tapi selama sekolah ane banyak main daripada belajar, gimana dong?"
laah salah sendiri, kenapa ente baru sadar sekarang?.
"terus gmana dong?"
panggil doraemon, minta mesin waktu. trus ente masuk lagi ke masa lalu ente sekolah, belajar yang rajin.
"tapi itu hal yang mustahil bukan?"
ya betul, waktu itu ga bisa diputar-puter kayak kemidi di pasar malem. jadi sebelum ente pada nyesel dikemudian hari, mending mikir dah dari sekarang. mikir yang baik-baik aja gan, ente ntar malah mikir yang engga-engga, haha piss ah.
So, sekolah bukan hanya bermain, jangan sampai anda menyesal atas apa yang anda perbuat di masa lalu. Pendapat saya ada dua hal yang bisa dipakai ,"bermain sambil belajar" atau "belajar sambil bermain". Anda boleh memilih satu atau semua pernyataan di atas, yang penting enjoy, nyaman dan bermanfaat untuk anda. Terimakasih..
By: Arif Hidayat

0 comments: